Jumat, 19 Mei 2017

Tunggu 5 Detik dan Klik "Lanjutkan ke Download"

Tunggu...




Apa itu Wizardsubs?

Wizardsubs adalah sebuah fansub Tokusatsu yang berasal dari Indonesia, Wizardsubsmerilis berbagai serial Tokusatsu, tak lupa juga Anime, kualitasnyapun dijamin bagus! dan tidak akan nyesel deh download di Wizardsubs!

Sedikit cerita Novel "Kau yang aku Kagumi" dari admin WizardSubs "DandiMP"


Namaku “Sandi” aku adalah murid kelas IX SMP yang terpandai di Kelas, sampai-sampai aku bisa membajak WiFi sekolah, wkwk.

Pagi itu aku datang ke sekolah seperti biasa, setelah bel masuk ternyata ada murid baru yang masuk ke kelasku, dia perempuan, cantic, imut, dan agak kurus, namanya Sinta, entah kenapa saat melihatnya, Jantungku berdebar-debar, sampai-sampai mataku tidak berkedip melihatnya, dia-pun duduk dibangku belakang yang sejajar denganku (Aku bangku paling depan).

“Anak-anak, murid baru itu namanya Sinta, dia tingal di Kost-an deket sekolah ini, orangtuanya tinggal di Bandung, jadi dia tinggal sendirian, kalian jangan macem-macem ya !!” Kata Bu Guru BP yang mengantar Sinta ke kelas.

Semuanya menjawab “Baik Bu !!”

Dan kami-pun berjanji untuk tidak mengganggu Sinta selama bersekolah disini. Dan saat istirahat berlangsung, dia selalu ke perpustakaan untuk membaca buku. Dan aku juga waktu istirahat suka baca buku di perpustakaan, waktu itu kebetulan banget dia duduk berhadapan denganku.

“Wah, kesempatan bagus nih buat ngobol ama dia’ Ucap aku didalam hati.

Entah kenapa tangan yang tadinya biasa-biasa aja, jadi gemeteran, sampe-sampe buku yang lagi aku baca goyang-goyang, dan ternyata Sinta menyadari itu dan langsung ngeliat kearahku. Sontak gw-pun jadi ngerasa Mau dan langsung menutup mukaku dengn buku.

Sinta hanya tertawa kecil disana dan melanjutkan membaca bukunya, sementara gue masih menutup muka karena malu diliatin sama Sinta sampe jam masuk istirahat.

Selama pelajaran perjalanan berlangsung, gue jadi gak fokus, apalagi waktu itu pelajaran Matematika, Anton, temen sebangku gue bertanya,

“Eh Di, kenapa lu bengong aja?” Tanya Anton.

Gue bingung harus jawab apa, kalau jujur takut diketawain, akhirnya gue bilang “Gak ada Apa-apa kok”

“Diliat dari matanya, kayaknya lu lagi suka sama seseorang ya??” ucap Anton.

“Idih, kepo aja lu, tuh fokus aja, sekarang pelajaran Matematika” aku-pun mengalihkan pembicaraan agar Anton tidak terus nanya sama gue.

Aku-pun mulai fokus sama materi matematika yang bu Guru terangkan, sambil sesekali ngeliat kebelakang kearah Sinta.

“Duh, cantik banget sih dia, wkwk” (ucap aku dari dalam hati).

Dan saat pulang sekolah, aku yang biasanya lewat jalan cepat ke rumah, sekarang malah jalan ke jalan muter yang dimana di jalan itu ada Kost-anya Sinta, sambil sesekali melirik Kost-anya.

Jalan muter itu cukup jauh, bensin yang tadinya 1 liter habis seminggu, ini 3 hari aja udah abis (Matic-mah emang boros).

Akupun pulang kerumah, dan sehabis dirumah aku langsung kekamar dan berbaring sambil terus memikirkan Sinta yang membuatnya jatuh cinta, “Duh, dia cantic banget sih, sampe-sampe gue terus ngeliatnya, padahal bau pertama kali ini ketemu,, hmmm” ucap aku sambil rebahan dikasur.

Aku terus memikirkanya sampai ketiduran dikasur, (waduh, padahal ada PR yang harus dikerjain). Dan pas gue bangun, ternyata udah jam 5 Sore, sontak gue-pun kaget dan langsung salin baju dan ngerjain PR yang ibu tugasin waktu di sekolah sampe larut malem, dan akupun kembali tertidur.

Dan malam itu, aku memimpikan Sinta, didalam mimpi itu, aku melihat Sinta yang sedang duduk bersedih di taman kota, kemudian aku menghampiri Sinta yang sedang bersedih itu, kemudian dengan pedenya aku bertanya.

“Sinta?? Kamu kenapa ? kok sedih sih?”

Sinta malah balik bertanya, “Kamu siapa?”

Lalu akupun menjawab, “Oh iya, kamu belum tahu namaku, kenalin, namaku Sandi, kita ini temen sekelas’kan?”

“Oh iya, kita temen sekelas, maaf” ucap Sinta malu.

Akupun kembali bertanya perihal masalah Sinta, “Ada apa, kamu lagi ada masalah??”

“Sebenernya, gini, aku sedih hawatir sama kamu” Ucap Sinta

“Hah?? Hawatirr?? Kenapa harus hawatir?? Kan aku pake motor kesekolahnya, suka bangun pagi lagi” ucap aku dengan santainya.

“Tapi apa kamu gak sadar?” Tanya Sinta.

“Hah? Gak sadar??” Akupun heran apa yang Sinta katakan.

“Sekarang udah jam setengah tujuh pagi !!!” teriak Sinta, dan tangisanya semakin keras.

Mendengar apa yang dikatakan Sinta, aku jadi kaget, “HAH?? JAM SETENGAH TUJUH???”

Dan akupun langsung terbangun dan melihat jam, dan ternyata benar saja, sudah jam setengah tujuh !

“Wanzir, gue bakal terlambat nih” akupun langsung bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.

Aku melajukan motorku dengan cepat karena ingin lebih dulu sampai ke sekolah. Setelah sampai disekolah, ternyata masih sepi, jadi dia putuskan untuk nge-WiFi dulu.

“Hm,, semalem gue mimpinya aneh bener, tapi gak apa-apa deh, yang penting bisa ketemu ama si dia, wkwk” Gumam aku.

Tak lama, teman-temanku pun datang, dan menyapaku.

“Morning San,” sapa Fitri

“Morn juga Fit” jawab Aku

Kemudian Sinta-pun datang, ingin aku yang pertama menyapanya, akan tetapi aku begitu malu, jadi saya putuskan untuk diam saja dan membiarkan orang lain menyapanya.

“Hai Sin,,, good morning”

Sapa teman-temanku dikelas, dan hanya aku yang tidak menyapanya.

“Duh”

Dan Sinta-pun duduk dibangkunya, dan gue terus ngeliatin dia dari bangku yang aku duduki. Kemudian Sinta melihat kearahku dan aku langsung memalingkan muka.

“Dia ngeliat gue njiir” ucap aku dari dalam hati.

Aku terus berfikir, bagaimana caranya agar aku bisa dekat dengan Sinta, agar aku bisa menuangkan seluruh isi hatiku kepada Sinta, hmm sepertinya ini hal yang sulit, karena selama bersekolah aku belum pernah merasakan jatuh cinta, apalagi sampai pacaran, jadi aku akan membiarkan waktu yang terus berjalan untuk dapat menemukan jawabanya.


Tunggu...